Amal Jama’i

kerjasama

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Al Maaidah 5:2)

Sedikit ingin share mengenai pemahaman penulis terkait dengan amal jama’i (kerja sama)

Amal Jama’i merupakan konsep dimana suatu amal dilakukan secara berjamaah atau secara bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Amal Jama’i merupakan suatu yang penting disamping dapat mempererat tali persaudaraan (ukhuwah), juga dapat memperkuat keimanan seseorang. Seseorang dengan iman yang kuat dan berada dalam suatu jamaah maka imannya akan semakin kuat, seseorang yang imannya lemah dan juga berada dalam suatu jamaah maka imannya juga akan bertambah, oleh karena itu disini kegiatan berjamaah di jalan Allah merupakan suatu yang sangat penting.

Kita dapat menganalogikan jamaah ini dengan filosofi sapu lidi, dimana satu lidi tidak akan mampu membersihkan kotoran-kotoran yang ada dijalan, tetapi seikat lidi yang menjadi sapu lidi akan efektif untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada di jalan. Seorang muslim dengan kesendiriannya dan mengerjakan amal-amal sendiri tidak akan dapat menyelesaikan permasalahan semudah jika dikerjakan bersama-sama. Dengan melakukan kegiatan secara berjamaah maka muslim akan menjadi sesuatu yang kuat yang sulit untuk dikalahkan, tetapi dengan berjuang secara sendiri-sendiri maka dengan sangat mudah terhempaskan dan tergoda oleh hal hal yang bathil. Dalam kegiatan dakwah pun tidak akan berhasil dan efektif jika dilakukan sendiri beda halnya jika dakwah tersebut dilakukan secara berjamaah.

Jika kita seorang diri bisa saja kita lenyap, jatuh atau disergap oleh syethan-syethan, manusia, dan jin. Tetapi jika kita berada di dalam Jama’ah maka akan terlindungi, seperti seekor kambing yang berada di tengah kawanannya. Tidak ada singa yang berani memangsanya karena perlindungan kawanan itu sendiri. Singa akan berani memangsanya manakala kambing itu keluar dari kawanannya atau berjalan sendirian.

Dalam suatu kelompok jamaah tidak diperkenankan untuk terjadi perpecahan, karena perpecahan tersebut merupakan hal yang dibenci Allah, dengan terpecah belah maka tujuan pun tidak akan tercapai. Satu batu bata saja akan tetap lemah betapapun matangnya batu bata tersebut. Ribuan batu bata yang berserakan tidak akan membentuk kekuatan, kecuali jika telah menjadi dinding, yaitu antara batu bata yang satu dengan yang lain telah direkat dan ditata secara rapi. Hal ini menggambarkan bahwa dengan kesendirian atau bergerak sendiri sendiri, kita akan lemah, dengan bergerak berjamaah tetapi terpecah belah dan tidak menyatu kita juga akan lemah, tetapi jika kita bergerak secara berjamaah dan bersatu dalam satu kesatuan dalam jamaah tersebut maka kita akan menjadi dinding yang kuat yang sulit untuk ditembus dan dihancurkan. Persatuan dalam amal jama’i merupakan benteng pertahanan dari ancaman kehancuran. Oleh karena itu persatuan merupakan hal yang sangat penting dalam amal jama’i.

 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seolah-olah mereka adalah bagunan yang tersusun kokoh.”(QS. Ash Shaff 61:4)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s