Bukankah UN Menyenangkan?

13359519752130172101

 

Kekhawatiran yang tinggi mengenai apakah akan lulus atau tidak, mendapat nilai yang bagus atau buruk, menjadi hal yang selalu terngiang dalam kepala para siswa menjelang UN. Tak jarang kita temui banyak yang akhirnya menggunakan cara-cara yang tidak sepantasnya untuk menghadapi UN seperti dengan membeli bocoran, menyiapkan contekan dan berbagai hal curang lainnya.

Satu hal yang harus diubah ialah mengenai paradigma para siswa terkait dengan keberadaan UN ini. Ketika kita mencoba melihat UN sebagai suatu hal yang menyenangkan, maka tentunya perasaan khawatir, takut, atau gelisah dapat dihilangkan. Hal ini saya rasakan ketika menjelang UN. Sejak berada di kelas 3, para guru telah mengingatkan saya dan teman-teman yang lain untuk fokus belajar menghadapi UN, mempersiapkan yang terbaik, dan mulai mengurangi jam bermain kami. Hal ini membuat kami gugup dan merasa bahwa UN akan menjadi ujian yang sangat menyulitkan disepanjang kehidupan kami di sekolah. Hingga akhirnya kami mencoba untuk memandang UN dari perspektif yang berbeda. “Bukankah keren mendapat nilai yang tinggi di UN? Bukankah setelah UN kita akan bersenang-senang di perpisahan kelas? Bukankah semakin lama kita menghadapi UN kita akan semakin lama lulus? Bukankah banyak hal menyenangkan yang akan terjadi setelah UN, seperti jalan-jalan kelas, perpisahan angkatan, atau tidak perlu harus bangun pagi-pagi lagi, tidak perlu takut terlambat, tidak perlu pulang sore lagi, dan tentunya tidak perlu mengenakan seragam sekolah lagi? Bukankah ini menyenangkan?”

Perasaan positif dari memvisualisasikan hal-hal menyenangkan tersebut menyebabkan saya dan teman-teman yang lain menantikan UN dengan penuh antusias. Bahkan beberapa kelas menulis di papan tulis hitungan mundur menjelang UN, dari H-9 bulan, H-1 bulan, H-1 hari, hingga hari–H dilaksanakannya UN. Antusiame kami yang tinggi dan kemudian ditambah dengan persiapan-persiapan lain yang dibutuhkan menjelang UN baik secara fisik maupun psikologis, memberikan hasil yang manis pada UN sekolah kami.

Sudah sepantasnya kita memandang UN dari sudut pandang yang berbeda, bukan melihat dari sisi negatif yang nantinya hanya akan membawa kegelisahan, atau kecemasan, melainkan harus berorientasi pada hal-hal positif yang akan terjadi nantinya. Visualisasi positif sangat membantu menghilangkan kecemasan dan kegelisahan dalam menghadapi suatu hal, maka mari kita berpikir kembali, bukankah UN menyenangkan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s