Membenahi Paradigma Mahasiswa Indonesia

gambarnews1731-526-mahasiswa

Perkembangan teknologi di era globalisasi, membawa dampak akan semakin meningkatnya persaingan perekonomian tiap negara. Negara yang tidak dapat bertahan terhadap persaingan yang begitu panas tentu akan jatuh dan tertinggal, maka dalam hal ini pemerintah sangat mengandalkan pengembangan industri dalam negeri agar tidak kalah dan tertinggal dari industri luar negeri. Baru-baru ini heboh kita dengar dalam setiap media mengenai keberhasilan anak SMK  yang membuat mobil produksi mereka sendiri, tentu hal ini menjadi suatu prestasi yang luar biasa bagi industri dalam negeri, jika kegiatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan dapat diproduksi secara massal, tetapi sekarang pertanyaannya ialah dimana peran serta mahasiswa dalam pengembangan industri dalam negeri?

Pertanyaan yang sulit dijawab karena memang hingga saat ini, peran serta mahasiswa dalam kegiatan industri dalam negeri tidaklah cukup signifikan. Memang terdapat sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus yang meraih penghargaan dalam inovasinya menciptakan teknologi baru dibidang industri, tetapi jumlahnya sangatlah tidak sebanding dengan seluruh jumlah mahasiswa di Indonesia.

Salah satu penyebab minimnya peran serta mahasiswa dalam upaya pemberdayaan pembangunan dalam negeri, ialah terkait dengan paradigma mahasiswa mengenai kehidupan pasca kampus. Ketika seorang mahasiswa ditanya mau jadi apa kelak setelah lulus kuliah, maka terdapat dua jawaban umum, yang pertama ialah mahasiswa tersebut akan menjawab tidak tahu, atau yang kedua menjawab akan bekerja di suatu perusahaan tertentu. Orientasi mahasiswa untuk bekerja menjadi pegawai di suatu perusahaan, tentu akan mematikan kreatifitas mereka dalam memanfaatkan peluang industri dalam negeri, karena sebenarnya Indonesia memiliki potensi sumber daya dalam negeri yang luar biasa jika dimanfaatkan dengan baik. Sedikit sekali mahasiswa yang berkata ketika lulus kuliah hendak menjadi pengusaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan menggunakan kekayaan sumber daya alam di Indonesia, hal inilah yang menyebabkan mengapa hanya sedikit dari ribuan bahkan jutaan mahasiswa yang kemudian menjadi seorang wirausaha dengan memanfaatkan potensi lokal Indonesia. Ironisnya, dikarenakan gaji yang ditawarkan lebih besar, maka banyak juga mahasiswa yang beralih untuk bekerja di perusahaan internasional baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Mahasiswa menurut hemat saya, memiliki peranan yang jauh lebih besar dalam pembangunan industri dalam negeri. Industri ini akan maju dan berkembang, ketika mahasiswa dengan kompetensi dalam ilmunya masing-masing, memainkan peranannya dengan maksimal dalam setiap kegiatan industri dalam negeri. Maka sesuatu yang harus dibenahi ialah paradigma mahasiswa mengenai kehidupan pasca kampus, bahwa akan jauh lebih mulia dan bermanfaat ketika mereka bisa memberikan kontribusi kepada bangsa dan tanah airnya. Memang tidak ada salahnya ketika ingin bekerja pada perusahaan multinasional, yang diming-imingi gaji yang besar, status yang tinggi, atau prestise dari masyarakat, akan tetapi saya berpendapat bahwa mahasiswa yang dapat bekerja menjadi seorang wirausaha dimana ia memanfaatkan keunggulan potensi dalam negeri sebagai bidang usahanya, akan lebih bermanfaat dibandingkan ketika mereka bekerja di suatu perusahaan yang notabanenya tidak memberikan manfaat langsung kepada tanah air mereka. Untuk itu diperlukan peran serta dari berbagai pihak baik dosen, pemerintah ataupun media untuk merubah perspektif mahasiswa mengenai pekerjaan mereka setelah lulus di pendidikannya masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s