Menyelami Indahnya Pesona Al-Quran

al quran

Al-quran merupakan suatu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Sebuah petunjuk yang langsung bersumber dari Sang Pencipta itu sendiri. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluknya, hanya dengan membacanya saja dapat menjadi amalan utama yang dapat menjadi investasi terbesar kita di akhirat kelak.

Sebagai seorang Muslim, kita seharusnya tunduk pada rujukan paling mulia yang diberikan Allah kepada umatnya, tetapi ironisnya justru sekarang hukum-hukum atau rujukan buatan manusia lebih dijadikan panutan dan tuntunan manusia dalam menjalankan hidupnya sedangkan al-Qur’an hanya dijadikan bahan bacaan saja, tidak dihayati, bahkan tidak diamalkan.

Hal ini menandakan bahwa sesungguhnya agama tidaklah sempurna ketika tidak direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, agama bukanlah suatu hal normatif yang hanya mencakup sesuatu yang baik dan salah, tanpa ada perilaku yang mendukung hal tersebut. Agama bukanlah kumpulan teori yang jika kita menghafalnya akan mencukupi segala kebutuhan ruhiyah kita, tanpa adanya tindak nyata yang melengkapinya. al-Qur’an tidak akan membawa syafa’at jika semua orang hanya membacanya saja dan tidak menghayati serta mengamalkan isi dari al-Qur’an tersebut.

Contoh paling tepat untuk menggambarkan kepribadian Qur’ani yaitu Rasulullah Saw. Istri Rasulullah, Aisyah pernah menceritakan indahnya akhlak Nabi, “Akhlak Nabi adalah al-Qur’an dan beliau adalah al-Qur’an yang berjalan di muka bumi.”

Al-Qur’an itu indah dan penuh pesona, maka kita selaku umat muslim yang telah berikrar bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah sudah selayaknya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan sehari-hari bukan menjadikan kitabullah ini sebagai bahan bacaan normatif yang hanya dibaca tanpa diamalkan, dan sudah sepatutnya menjadikan al-Qur’an sebagai suatu inspirasi untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki dan kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat, karena mata air hikmah yang berada didalamnya tidak akan pernah habis. Terlebih lagi kita akan disambut oleh bulan yang penuh keberkahan yaitu bulan Ramadhan, bulan dimana al-Quran diturunkan, dosa-dosa diampuni, dan amal ibadah diterima bahkan dilipat gandakan, maka ini akan menjadi momen yang tepat bagi kita untuk kembali lagi mendekatkan diri kita dengan al-Quran, menghayatinya, dan mengamalkan seluruh kandungannya, sehingga keindahan dan pesona al-Quran akan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sesungguhnya, nikmat al-Qur’an ibarat seorang musafir yang telah bepergian berhari-hari dengan persediaan air yang sudah habis, yang kemudian menemukan sebuah mata air jernih, dingin, dan segar, lalu ia meneguknya dan meminumnya hingga hausnya hilang, maka teguklah dan basahilah dahaga jiwa ini dengan lantunan indah ayat-ayat cinta Ilahi yang diturunkan kepada kita sebagai makhluk paling sempurna yang diberikan akal oleh Allah untuk berpikir dan meresapi dalamnya nikmat Allah yang terkandung dalam Al-Quran.

 “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (tadabbur) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shad {38}: 29)

Wallahualam bisshowab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s