Perniagaan Terbaik

pengertian-bisnis1

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS As-Shaff: 10-11)

InsyaAllah saya akan mencoba menganalogikan perniagaan yang Allah SWT maksudkan dengan konsep perniagaan dalam administrasi bisnis.

Dikutip dari alm Prof. Prayudi (dosen Administrasi FISIP UI), menurut beliau  bisnis itu adalah  “Segala aktifitas yang dilakukan secara teratur dan continue untuk menghasilkan barang, jasa, ataupun barang dan jasa, atau menyediakan fasilitas-fasilitas tertentu untuk dijual atau disewagunakan untuk mendapatkan profit”

Dari pengertian diatas terdapat tiga poin penting yaitu, pertama aktifitas yang dilakukan secara teratur dan continue, kedua menghasilkan barang, jasa, maupun barang dan jasa, atau menyediakan fasilitas tertentu untuk disewa atau dijual, dan yang terakhir ialah mencari profit atau keuntungan. Nah mari kita telaah masing-masing point.

Pertama ialah melakukan aktifitas secara teratur dan continue, sesuatu tidak dapat dikatakan bisnis jika hanya dilakukan sekali secara tidak teratur dan tidak berkelanjutan, sebagai contoh seseorang menjual komputer, tetapi setelah itu ia tidak melanjutkan kegiatannya untuk menjual komputer, maka orang tersebut tidak bisa dikatakan berbisnis computer. Dalam Islam, kita harus berkomitmen dalam diri kita untuk melakukan amal ma’ruf nahi munkar secara teratur dan continue. Tidak boleh misalkan kita dalam shalat mengerjakan sesuka hati kita, jumlah rakaat subuh dijadikan 4 rakaat, atau menambah waktu shalat menjadi shalat 6 waktu atau lebih. Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur segala sesuatunya secara teratur, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ash Shaff 61:4 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seolah-olah mereka adalah bangunan yang tersusun kokoh.”

Maka semua hal yang kita lakukan dijalan Allah hendaknya dijalankan dengan teratur dan ikhlas. Lalu kita haruslah mengerjakannya secara berkelanjutan hingga sampai pada titik dimana ruh dipisahkan dari raga kita, karena tidak ada artinya jika kita mengerjakan suatu amal ibadah hanya sekali waktu dan tidak berulang-ulang.

Kedua, ialah menghasilkan barang, jasa, maupun barang dan jasa, atau menyediakan fasilitas tertentu untuk disewa atau dijual. Dalam QS. Al Jumu’ah 62:10, dijelaskan “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung” Sebagai kaum muslimin kita diwajibkan untuk mencari karunia Allah di dunia dengan melakukan berbagai perniagaan untuk keperluan dunia kita, seperti dengan menghasilkan barang barang yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain, disamping itu kita juga dapat memberikan jasa kepada orang lain, yang bertujuan untuk memudahkan urusan orang tersebut dan membantunya dari kesulitan, sungguh benar sekali bahwa segala kegiatan yang dilakukan kaum muslimin di dunia ini tidak akan terlepas dari amal ibadah kepada Allah.

Lalu unsur selanjutnya ialah menyediakan fasilitas tertentu, jika kita memiliki kemampuan maka kita dapat menyediakan fasilitas-fasilitas yang bermanfaat seperti masjid, mushollah, sekolah, dan berbagai fasilitas lain yang akan memberikan manfaat positif, tentu dengan ini kita bukan hanya membangun fasilitas di dunia tetapi kita juga turut membangun fasilitas untuk diri kita di surga kelak, jika kita belum berkemampuan maka satu hal luar biasa yang dapat kita lakukan ialah dengan bersedekah, baik kepada masjid, fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya, karena sedekah ialah investasi paling besar yang dapat kita rasakan langsung manfaatnya, dan mendapat imbalan yang lebih besar di akhirat kelak.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2:261)

Ketiga ialah bertujuan untuk mencari keuntungan, sesungguhnya keuntungan terbesar dan tiada tandingannya ialah mendapatkan surga Allah, oleh karena itu bisnis akhirat ialah upaya kita mencari ridha Allah demi mendapatkan surga-Nya. Bisnis akhirat ini sebenarnya telah kita laksanakan baik secara sadar maupun tidak sadar karena begitu banyaknya hal yang dapat kita lakukan di jalan Allah, bahkan bila seseorang tersenyum saja telah menambah tabungan akhiratnya yang mungkin saja tidak kita sadari.

“Janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri” (HR. Muslim)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s