Urgensi Pembentukan Karakter Bangsa

1333555621771558377

Kekerasan dan anarkisme telah menjadi suatu kegelisahan bersama yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari tawuran pelajar, aksi demonstrasi dengan bumbu anarkisme didalamnya, atau beragam aksi premanisme yang belakangan terjadi menjadi bukti nyata dari fenomena ini. Tak jarang aksi kekerasan ini menimbulkan korban baik materil maupun korban jiwa. Permasalahan kekerasan dan anarkisme di Indonesia yang notabenenya sebagai Negara Multikultural dengan berbagai budaya, suku, ras ataupun agama sangat terkait dengan sikap intoleransi antar kelompok.

Memahami hal tersebut, maka pembentukan karakter sangatlah dibutuhkan. Karakter berkaitan dengan nilai-nilai spiritual, hubungan antar individu, kelompok maupun Negara. Ia diidentikkan dengan suatu nilai positif yang mempengaruhi sikap dan perilaku, menjadi landasan berpikir bahkan idealisme seseorang. Pembentukan karakter menjadi kebutuhan mendesak mengingat perkembangan zaman yang begitu cepat. Hal ini memungkinkan masyarakat menjadi tidak siap secara mental, sehingga dapat dengan mudah terprovokasi dan akhirnya melakukan tindakan-tindakan negatif seperti kekerasan.

Utamanya pembentukan karakter dilakukan oleh keluarga sebagai sarana sosialisasi primer seseorang. Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar dalam berperilaku, hubungan dengan orang lain serta konsepsi spiritual seorang anak. Lingkungan pun memiliki peranan yang sama pentingnya, media massa khususnya memiliki tanggung jawab sosial untuk membentuk karakter seseorang melalui tayangan-tayangan positif dan mendidik bukan dengan tayangan hiburan yang nantinya membentuk perspektif negatif. Pun dengan Pendidikan, ia memiliki tanggung jawab yang besar untuk  mendidik dan menanamkan nilai-nilai berbangsa dan bernegara serta meningkatkan kapasitas seseorang agar memiliki sikap yang luhur.

Karakter yang kuat berkolerasi positif dengan kesejahteraan masyarakat, mendukung sikap toleransi yang dibutuhkan dalam menghadapi keberagaman yang ada di Indonesia serta meminimalisir tindak kriminalitas maupun pelanggaran lainnya. Maka pembentukan karakter harus menjadi fokus utama seluruh elemen masyarakat. Pembentukan karakter bukanlah mengenai mengajari melainkan membina, bukanlah menganai menuntut melainkan menuntun sehingga tercapai situasi yang harmonis, penuh dengan toleransi, dan berdasarkan nilai-nilai luhur yang telah berakar kuat dalam diri seseorang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s