Dibalik Sosok Seorang Pemimpin

Image

Pemimpin sejatinya merupakan sosok yang menjadi panutan dalam bertindak ataupun bersikap. Ia harus memberi contoh dan teladan yang baik kepada pengikutnya sebagai manifestasi dari status pemimpin yang dimilikinya. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, dan disertai dengan justifikasi yang berlebihan terhadap sosok pemimpin, kita seperti mengkultuskan bahwa semua pemimpin merupakan orang-orang hebat yang memiliki sikap dan karakter yang jauh lebih unggul dibandingkan orang lain. Umumnya hal ini terjadi karena kita melihat pemimpin hanya dari satu sisi, yaitu dari aspek luarnya saja, tanpa memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi dibalik sosok seorang pemimpin.

Dibalik kepercayaan diri seorang pemimpin, sejatinya tersimpan ketakutan besar dalam dirinya. Ketakutan itu senantiasa menghampiri dalam tiap aktifitas yang ia lakukan. Ia takut atas perbuatan zhalim dan tidak adil yang ia lakukan baik secara disengaja atau tidak disengaja kepada orang lain. Ia takut ketika beban amanah ini tidak bisa dijalankan dengan baik, sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan kelak di akhirat, dan ia takut ketika keputusan yang dikeluarkan justru menimbulkan mudharat yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya. Ketakutan seorang pemimpin membuatnya merasa memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan berusaha dengan sebaik mungkin mengatasi ketakutan itu dengan komitmen dan dedikasinya yang tinggi pada setiap aktifitasnya. 

Dibalik kebijaksanaan seorang pemimpin, terdapat keraguan yang membuatnya selalu berpikir lebih berhati-hati dan memandang jauh kedepan. Kebijaksanaan disini dapat diartikan sebagai kecakapan bertindak dalam menghadapi suatu masalah. Maka salah besar ketika kita menganggap bahwa pemimpin itu selalu memiliki keyakinan yang tinggi dalam kebijaksanaan yang ia buat. Sesungguhnya pemimpin memiliki keraguan yang besar dalam menentukan kebijaksanaannya, ia memiliki banyak sekali pertimbangan didalamnya dan memandang suatu masalah dengan pertimbangan jauh kedepan. Pemimpin selalu meminta pendapat orang lain bagaimana baiknya, karena ia tau bahwa kebijaksanaannya ini nantinya akan membawa pengaruh atau dampak yang cukup besar.

Dibalik senyuman seorang pemimpin, terdapat kelelahan luar biasa yang membuat dirinya untuk selalu memohon dan berdoa kepada Tuhan-nya. Tidak dapat dipungkiri ketika kita menjadi seorang pemimpin dalam suatu kelompok atau organisasi, rangkaian padat aktifitas akan berdatangan. Kelelahan tentu akan menghampiri, namun sebagai seorang pemimpin ia tidak boleh menunjukan kelelehannya itu dan harus tetap tersenyum semangat kepada pengikutnya, karena ia sadar bahwa semangat dan motivasi pengikutnya akan sangat dipengaruhi oleh semangat dan motivasi seorang pemimpin. Maka satu-satunya tempat untuk menunjukan segala kelelahan ialah kepada Tuhan-nya. Pemimpin akan selalu memohon dan berdoa, untuk kepentingan orang yang dipimpinnya. Meskipun memiliki beban amanah yang berat, ia tidak pernah memohon untuk diringankan bebannya, melainkan dikuatkan pundak, jiwa, dan raganya untuk memikul beban amanah tersebut.

Dibalik marahnya seorang pemimpin, terdapat cinta yang mengharu biru terhadap para pengikutnya atau organisasi yang ia pimpin. Pemimpin tidak ingin pengikutnya atau organisasi yang ia pimpin hancur dan memiliki banyak permasalahan. Layaknya seorang ibu yang marah kepada anaknya ketika anaknya nakal, maka pemimpin juga demikian. Ia mencintai dan menyayangi pengikutnya dan tidak ingin mereka terjerumus kejalan yang tidak benar, ia ingin menghasilkan penerus-penerus yang jauh lebih baik dari dirinya, dan ia yakin bahwa seorang dapat dikatakan sebagai pemimpin yang sukses ketika dapat menciptakan pemimpin-pemimpin baru kedepannya.

Pemimpin merupakan manusia yang sama dengan masyarakat pada umumnya, ia memiliki berbagai macam kelemahan dan kekurangan dalam dirinya. Akan tetapi ia yakin dapat menutupi kekurangannya itu dengan selalu percaya kepada orang-orang yang mendukungnya, ia sadar bahwa kapasitas kepemimpinan yang ia miliki bukanlah atas hasil pribadinya, melainkan melalui proses pembentukan karakter dan bantuan dari orang-orang terdekat yang selalu mendukungnya. Pemimpin sadar bahwa ia hanya orang lemah yang sangat rentan dan membutuhkan pertolongan Tuhannya dalam setiap aktifitas yang dilakukan, dan ia sadar bahwa dibalik sosok seorang pemimpin besar selalu ada orang-orang besar yang percaya pada dirinya, yang selalu mendukung serta menutupi kekurangan yang dimilikinya.

 

Sekilas Konsep Risiko dan Asuransi

Image

 

Risk: suatu uncertainty atau ketidakpastian akan terjadinya sesuatu yg tidak diinginkan

Peril: peristiwa yang mnyebabkan terjadinya suatu kerugian tertentu

Hazard: semua faktor” atau kondisi” yang memperbesar kemungkinan terjadinya peril

  • Moral Hazard adalah sikap negatif yang memperbesar kemungkinan terjadinya peril
  • Physical Hazard adalah semua kondisi fisik yg melekat pada suatu obyek tertentu maupun kondisi internal atau kondisi eksternal (surounding area) yang memperbesar kemungkinan terjadinya peril
  • Morale Hazard adalah risiko yang terkait dengan hati nurani (moral)

Losses: kerugian-kerugian yang terjadi akibat dari peristiwa-peristiwa yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.

  • Personal losses adalah kerugian yang menyangkut pribadi seseorang
  • Property losses adalah kerugian akibat hilangnya atau rusaknya barang tertentu baik sebagian ataupun seluruhnya
  • Liability losses adalah kerugian yg diterima seseorang karena adanya ketentuan Undang-undang yang mengharuskan seseorang mengganti kerugian orang lain akibat dari perbuatannya baik disengaja ataupun tidak disengaja
  • Financial losses adalah kerugian yang menyangkut keuangan secara langsung seperti penodongan, perampokan, penipuan, dan sebagainya
  • Indirect losses/ busines interaction losses adalah kerugian yg terjadi secara tidak langsung akibat dari suatu peristiwa yg tidak diinginkan
  • Direct losses adalah kerugian yg terjadi secara langsung saat peristiwanya terjadi

Asuransi

Polis: surat perjanjian/ kontrak antara dua pihak yang didalamnya memuat hak-hak dan kewajiban dari masing-masing pihak sehubungan dengan adanya kemungkinan terjadinya kerugian.

 

HAK

KEWAJIBAN

Penanggung (Perusahaan)

Mendapatkan premi

Mengganti kerugian

Tertanggung

Mendapatkan ganti rugi

Membayar premi

 

Premi: sejumlah uang yang disepakati bersama sebagai imbalan kepada perusahaan asuransi karena telah bersedia mengambil alih risiko yang dihadapi si tertanggung

Net premium: Jumlah uang yang hanya cukup untuk membayarkan besarnya kerugian yang diperkirakan

Gross premium: penjumlahan dari net premium dengan biaya operasional ditambah dengan persentase keuntungan yang diharapkan

Loading: biaya operasional + % keuntungan yang diharapkan

Exposure: Jumlah unit yang diasuransikan

Limit of liability: jumlah maksimal yang dapat ditutup oleh perusahaan asuransi

Basic limit of insurance: jumlah minimum dari nilai obyek yang dapat diasuransikan keperusahaan asuransi

2 jenis asuransi

Variabel Pembeda

Asuransi Jiwa

Asuransi Ganti Kerugian

Premi

Saving

Hutang

Masa kontrak

Kontrak berakhir ketika:

  • Terjadi peristiwa yang tidak diinginkan (total losses)
  • Tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, dan masa kontraknya berakhir

Kontrak berakhir sebelum kontrak berakhir:

  • Terjadi peristiwa yang tidak diinginkan (total losses) sebelum kontrak berakhir
  • Kumulatif dari partial losses hingga mencapai nilai obyek yang diasuransikan

Kontrak berakhir saat kontrak berakhir:

  • Tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, dan masa kontrak berakhir

Polis

Closed Polis (Valued Polis) adalah jumlah uang yg ditanggung telah ditetapkan dg pasti

Open Polis (Unvalued Polis) adalah nilai tanggungan maksimal sebesar total losses

 

Full Insurance: Nilai dari suatu obyek yang diasuransikan seluruhnya

Actual losses: Kerugian yang sebenarnya terjadi

Expected losses: Kerugian yang diperkirakan

Under insurance:  nilai suatu obyek yg diasuransikan lebih rendah dari nilai obyek sebenarnya

Over Insurance: nilai suatu obyek yang diasuransikan lebih besar dari nilai obyek yang sebenarnya

  • Hanya terjadi melalui praktik under insurance. Artinya suatu obyek diasuransikan  lebih dari satu kali ke beberapa perusahaan dimana nilai obyeknya kecil dr nilai obyek sebenarnya, tetapi kumulatif dari uang pertanggungan ini melebihi nilai obyek sebenarnya

Risk

Pure risk adalah suatu risiko yang didalamnya tidak ada kemungkinan untung, jadi hanya ada kerugian

Fundamental risk adalah penyebabnya tidak begitu jelas, tetapi yang menderita kerugian sangat banyak. Contoh: bencana alam, krisis ekonomi, masalah pengangguran

Particular risk adalah jelas siapa penyebabnya, yang menderita kerugian juga jelas individu/kelompok

Insurable risk adalah Risiko yg dapat diasuransikan

  • Definite and fortuitos loss adalah peristiwanya jelas, dan kejadiannya tdk disangka-sangka
  • Homogeneous exposure adalah keberadaan/nilai sejumlah obyek kurang lebih sama, dan nilai rata-rata obyek tidak jauh berbeda dengan nilai masing-masing obyek. Tujuannya: untuk menghitung premi dan mengetahui keuntungan perusahaan
  • Calculable cost of losses adalah sejak awal sudah dapt ditentukan berapa besar kerugian yg terjadi sebelum peristiwa yg tidak dinginkan terjadi
  • Peril unlikely to afflict adalah peril tidak mungkin mengenai semua obyek pada saat yg bersamaan
  • Serious Losses adalah kerugian yg benar-benar memberatkan seseorang

Risiko dan Kehidupan Manusia

Risiko selalu melekat pada diri seseorang (inherent)

Klasifikasi risiko menurut sumber terjadinya:

  • Personal risk
  • Property risk
  • Liability risk (third party risk)

Klasifikasi risiko menurut sifatnya:

  • Risiko emosional
  • Risiko ekonomi : Pure risk & speculative risk

Klasifikasi risiko menurut yg menderita kerugian:

  • Fundamental risk
  • Particular risk 

Manajer VS Leader

Image

Sarros dan Butchatsky (1996),leadership is defined as the purposeful behaviour of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good”. Menurut definisi tersebut, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.

Manajer adalah seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut

Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi. Walaupun kepemimpinan (leadership) seringkali disamakan dengan manajemen (management), kedua konsep tersebut berbeda.

Perbedaan antara pemimpin dan manajer dinyatakan secara jelas oleh Bennis and Nanus (1995). Pemimpin berfokus pada mengerjakan yang benar sedangkan manajer memusatkan perhatian pada mengerjakan secara tepat (“managers are people who do things right and leaders are people who do the right thing”). Kepemimpinan memastikan tangga yang kita daki bersandar pada tembok secara tepat, sedangkan manajemen mengusahakan agar kita mendaki tangga seefisien mungkin.

 

GREAT MANAGER IS ALSO A GREAT LEADER

Manajer                                                                      Leader

Good Planer                                                                 Visionary

Good Budgeter                                                            Motivator

Good Staffing                                                              Inspiring

Good Monitoring

Day to day management

 

Peranan Manajemen

1. Peran Interpersonal

Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi ;

– Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.

– Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.

– Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.

 

2. Peran Informasi

Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi ;

– Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.

– Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.

– Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.

 

3. Peran Pengambil Keputusan

Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi ;

– Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.

– Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.

– Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.

– Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.

 

Kemampuan Manajer

1). Kemampuan teknis (technical skill) yang mencakup: a) menguasai pengetahuan tentang metode, proses, prosedur dan teknik untuk melaksanakan kegiatan khusus dan kemampuan untuk menggunakan alat-alat dan peralatan yang relevan bagi kegiatan tersebut, b) kemampuan untuk memanfaatkan serta mendayagunakan sarana dan peralatan yang diperlukan dalam mendukung kegiatan yang bersifat khusus

2). Kemampuan untuk melakukan hubungan antar pribadi (human skill) yang meliputi: a) kemampuan untuk memahami perilaku manusia dan proses kerjasama, b) kemampuan untuk memahami isi hati, sikap dan motif orang lain, mengapa mereka berkata dan berperilaku, c) kemampuan untuk berkomunikasi secara jelas dan efektif, kemampuan menciptakan kerjasama yang efektif, kooperatif, praktis dan diplomatis, d) mampu berperilaku yang dapat diterima.

3). Kemampuan konseptual (conceptual skill) dalam hal: a) kemampuan analisis, b) kemampuan berpikir sosial, c) ahli atau cakap dalam berbagai macam konsepsi, d) mampu menganalisis berbagai kejadian, mampu memahami berbagai kecenderungan, e) mampu mengantisipasikan perintah, f) mampu mengenali macam-macam kesempatan dan problem-problem sosial.