Ketika Amanah Bertamu

 

Image

Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya kita bukanlah orang yang tepat dalam suatu posisi tertentu? Atau pernahkah kita mentargetkan suatu hal, akan tetapi akhirnya kita menempati posisi yang lain? Atau mungkin ketika kita tiba-tiba berada dalam suatu posisi yang sama sekali tidak pernah kita bayangkan dan inginkan sama sekali?

Banyak hal yang terjadi diluar dari rencana dan target awal yang telah kita tentukan, bahkan mungkin bisa dibilang tidak masuk kedalam logika sederhana kita. Ketidakpercayaan diri dan keraguan adalah hal pertama yang langsung menari dalam pikiran para calon penerima amanah. Tak jarang keraguan dalam diri menenggelamkan rasionalitas berpikir dalam mengambil keputusan.

Namun apakah keraguan ini benar adanya ataukah hanya pembelaan diri atas ketidakmauan kita untuk memikul sebuah amanah yang tidak kita inginkan? Tentunya kita akan memiliki sejuta alasan untuk menolak dan menyatakan tidak pada amanah yang diberikan kepada kita ketika kita merasa ragu dan tidak yakin terhadap kesanggupan diri kita, tetapi mungkin kita harus merenungkan kembali terkait dengan hakikat diberikannya suatu amanah.

Sejatinya Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan dari hamba-Nya, termasuk amanah yang diberikan kepada kita. Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik di mata Tuhan, dan begitu pula sebaliknya. Kita mungkin mengetahui kemampuan diri kita sendiri, akan tetapi bukankah Tuhan Maha Mengetahui?

Maka ketika mendapatkan suatu amanah, ingatlah bahwa yang memberikan amanah itu bukanlah kerabat kita ataupun atasan kita, melainkan Tuhan yang mengetahui segalanya, yang mengetahui bahwa diri ini sebenarnya telah siap, yang mengetahui bahwa kapasitas kita telah mumpuni, dan mengetahui bahwa kelak amanah ini akan dapat dilaksanakan dengan baik ditangan kita.

Prinsipnya ialah jangan pernah meminta amanah, biarkan ia mencari tuannya sendiri, mencari orang yang paling tepat untuknya dirinya bertamu, mencari pemuda-pemuda pemberani yang akan membawanya ke puncak kemenangan, karena amanah tidak akan pernah salah memilih orang yang akan memikulnya.

Ketika amanah bertamu, maka mantapkanlah diri ini, persiapkan dengan sebaik mungkin, dan luruskan niat hanya untuk mencapai ridho-Nya. Mungkin awalnya kita akan takut dan banyak memiliki prasangka negatif kedepannya akan seperti apa, akan tetapi diam, mengeluh, dan tidak bergerak, bukanlah solusi, lakukan saja yang terbaik maka kita akan mendapatkan hasil yang terbaik.

Biarkanlah amanah ini nyaman berada dalam diri kita, perlakukanlah ia dengan baik layaknya seorang tuan rumah yang melayani tamunya hingga akhirnya amanah ini pun pergi dengan rasa kebahagiaan karena kita telah memperlakukannya dengan sebaik mungkin meskipun dengan berbagai keterbatasan yang kita miliki. 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s