The Art of Development

Image

Pengembangan manusia merupakan konsepsi untuk menciptakan pribadi-pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, ia merupakan aktifitas seni karena membutuhkan keterampilan dan kreatifitas dari pihak pengembang. Hal menarik ketika kita menjadi seorang yang berfokus pada aktifitas pengembangan manusia maka secara tidak sadar pribadi kita akan turut berkembang menjadi lebih baik. Semakin banyak orang yang kita optimalkan kemampuannya, diberikan pemahaman mengenai seberapa hebatnya makhluk bernama manusia, dan segala potensi yang dimilikinya, maka potensi-potensi tersembunyi dalam diri kita pun akan turut keluar.

Banyak unsur yang terlibat ketika kita berbicara mengenai kegiatan pengembangan manusia, kita berbicara mengenai motivasi, pelatihan, pemahaman diri, karakter, dan lain sebagainya. Seluruh unsur tersebut ibarat warna-warna dalam cat air yang kita gunakan untuk menciptakan lukisan terbaik, dimana hasil lukisan tersebut ialah terbentuknya pribadi yang memiliki skill dan kompetensi terbaik yang berguna di bidangnya.

Salah satu unsur dalam aktifitas pengembangan ialah “penguatan”, bagaimana kita dapat meyakinkan orang lain bahwa ia merupakan pribadi yang istimewa dengan segala potensi yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dalam bukunya Maxwell menceritakan seorang program liaison dari Los Angles yang mengatakan, “Kita membutuhkan pemimpin yang dapat menyemangati orang dan menciptakan pemimpin lain. Sudah tidak memadai lagi bagi seorang manajer untuk hanya memastikan setiap orang memiliki sesuatu untuk dikerjakan dan dapat menghasilkan sesuatu. Saat ini, semua pekerja harus melakukan buy in dan merasa memiliki segala sesuatu yang sedang mereka kerjakan. Untuk memupuk hal itu, penting sekali untuk mendorong mereka membuat keputusan paling langsung menyentuh diri mereka. Itulah cara membuat keputusan yang terbaik. Itulah inti dari penguatan”.

Sejatinya aktifitas penguatan tidak jauh berbeda dengan proses marketing, bedanya yang kita internalisasikan dan coba kita pasarkan ialah lebih dari sekadar produk biasa yang diciptakan manusia, melainkan potensi yang dimiliki setiap orang sebagai anugrah yang diberikan Tuhan.

Pengembangan manusia merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan, ibarat memberikan warna terbaik pada kanvas kosong, maka aktifitas pengembangan ialah tentang bagaimana kita dapat menjadi tangan Tuhan yang membantu orang lain untuk memahami dirinya, memberinya warna, dan membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, yang dapat memberikan manfaat yang nyata pada bidang yang ia kuasai.  Ya, itulah seni pengembangan.

Advertisements

Life is all about Action!

Image

Seribu kata yang terucap tidak akan memberikan kesan sedalam satu perbuatan yang kita lakukan.”

Tulisan ini berawal dari kekaguman penulis yang sangat mendalam pada orang-orang yang berani bertindak, ia yang terus bergerak meski tahu risiko yang akan dialami, ia yang berani bertanggungjawab dalam keputusan yang dibuatnya, ia yang tak pernah mengeluh atas kegagalan akibat kesalahan yang dilakukan, dan ia yang memberi contoh melalui keteladanan bukan sekadar manisnya kata, maka ia ialah sebaik-baiknya pemimpin. 

Hidup ini merupakan sekumpulan tindakan dan pilihan bukan sekedar gagasan idealita yang keluar dari pikiran. Setiap tindakan ialah pilihan, apakah kita mau bergerak atau tidak ialah pilihan, apakah kita ingin bercengkrama dengan gagasan yang keluar tanpa menjalankannya pun juga merupakan pilihan. Tetapi lihatlah orang-orang besar saat ini, mereka ialah pribadi-pribadi yang luar biasa, mereka yang memilih untuk bertindak, membuat perubahan dengan menghadapi ketakutan yang mewarnai dirinya.

Bukan berarti segala teori yang telah diciptakan oleh generasi-generasi pendahulu merupakan hal yang tidak bermanfaat. Jelas teori dan konsep merupakan faktor yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan dan proses pengambilan keputusan, tidak ada yang menyanggah hal tersebut. Tanpanya segala aktifitas yang dikerjakan tidak akan matang dan segala pilihan akan diwarnai keraguan, hingga akhirnya tidak akan memberikan hasil yang terbaik.

Tetapi sejatinya segala teori, gagasan-gagasan idealita, curahan berpikir, dan apapun yang keluar dari pemikiran setiap orang tidak akan memberikan manfaat yang nyata tanpa ada realisasi dan tindakan yang mengiringinya. Banyak orang yang hidup di dunia ini berharap terjadi perubahan dalam hidupnya, mereka ingin mengubah situasi hidupnya, mereka sudah memiliki visualisasi yang baik, konsep ideal hidup yang diimpikan, akan tetapi hanya sedikit orang-orang yang akhirnya mengambil tindakan kearah sana. Bukan berarti penulis telah melakukan hal tersebut, akan tetapi poin yang harus menjadi pengingatan bagi penulis dan  bagi kita semua ialah bagaimana kita memaknai hidup ini dengan segala potensi kemampuan kita. Tuhan memberikan kondisi, tetapi kitalah yang menentukan sikap, mau bertindak ataupun diam merupakan pilihan, hal tersebut sepenuhnya ada dalam kuasa kita.

Karena hidup hanya sekali, maka buatlah hidup ini berharga.

 

Hanya Cambuk Kecil

 Image

“Anugrah dan bencana adalah kehendakNya, kita mesti tabah menjalani, hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia diatas segalanya”  -Ebiet-

Awal tahun 2014 menjadi momen yang cukup meninggalkan bekas mendalam bagi Indonesia. Beruntun terjadi berbagai ujian yang dialami masyarakat, dimulai dari banjir di Jakarta, peristiwa Sinabung, dan hingga yang terbaru ialah meletusnya Gunung Kelud di daerah Jawa Timur . Hal ini mengingatkan kembali kita pada banyaknya bencana yang telah menimpa Indonesia, sebut saja Tsunami, gempa bumi, longsor, dan lain sebagainya. Pertanyaan yang muncul kemudian ialah mengapa di bumi pertiwi ini banyak sekali terjadi bencana.

Tepat sekali sepertinya lantunan bait yang tertulis dalam lagu ciptaan Ebiet..

“Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa, atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita..”

Tentu kita tidak bisa menyalahkan alam atau bahkan Tuhan dalam memandang bencana yang terjadi. Lantas hal yang harus kita renungkan ialah bagaimana sikap kita sebagai mahkluk yang telah diamanahkan sebagai pemimpin di Bumi ini. Sejatinya Tuhan tidak mungkin memberikan ujian tanpa ada penyebab yang jelas, mungkin kita harus merefleksikan kembali apa yang selama ini terjadi, penebangan liar dimana-mana, sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, korupsi yang merajalela, aksi kriminalitas yang mewarnai kehidupan, dan berbagai permasalahan lainnya masih menjadi bersahabat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Kesadaran adalah modal utama untuk membawa perubahan yang lebih baik, tanpa kesadaran dari seluruh elemen masyarakat terkait untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dengan cara-cara yang benar, maka mungkin hanya cambuk kecil pengingatan yang dapat membuat kita semua bisa sadar akan amanah menjaga bumi yang Allah titipkan ini.

Dan ketika setiap insan memiliki kesadaran yang sama, tujuan yang jelas, dan tindakan yang harmonis untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berusaha menciptakan bumi yang lebih baik demi generasi selanjutnya, maka mungkin alam akan kembali bersahabat dan memberikan senyuman kecilnya sembari mengucapkan “terima kasih”.

Taktik Mempengaruhi Seorang Pemimpin

Image

Referensi: Andrew J. DuBrin, Principles of Leadership, Sixth Edition, Canada: Nelson Education, Ltd, 2010.

Tanpa taktik mempengaruhi yang efektif, seorang pemimpin seperti seorang pemain bola yang  tidak belajar untuk menendang bola, atau mungkin seorang pembawa berita yang tidak dapat berbicara. Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi. Untuk menjadi pemimpin yang efektif, seseorang harus lebih memperhatikan secara spesifik taktik yang digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam bab ini kita akan mendiskusikan sejumlah taktik spesifik untuk mempengaruhi, meskipun aspek lain dalam kepemimpinan nantinya juga akan mempengaruhi kemampuan menggerakkan orang lain. Sebagai contoh, pemimpin yang kharismatik akan lebih mudah mempengaruhi orang lain, dengan kekuatan dan kekuasaan mempengaruhi bukanlah hal yang sulit, selanjutnya kemampuan motivasi dan pelatihan juga akan mempengaruhi orang lain untuk bergerak.

Konsep influence and power kadang-kadang digunakan secara terbalik, di satu sisi kekuatan akan menciptakan kemampuan untuk mempengaruhi, disisi lain kemampuan mempengaruhi juga dapat menciptakan kekuatan. Pengaruh merupakan kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain kedalam suatu arah tertentu.Taktik mempengaruhi tumbuh menjadi sesuatu yang penting karena banyak sekali pemimpin atau professional perusahaan yang  harus dapat mempengaruhi orang lain tanpa memiliki otoritas formal atas orang lain. Sebagai contoh wakil presiden google ketika harus melobby teknisi Gmail yang tidak bekerja padanya untuk memodifikasi software  untuk mendata customer potensial.

Faktor lain yang berkontribusi dalam taktik mempengaruhi ialah karyawan sering meragukan pemimpinnnya, khususnya CEO. Chapter ini akan menggambarkan model dari kekuatan dan pengaruh, sebuah deskripsi dan penjelasan taktik mempengaruhi (baik secara etis maupun kurang etis), sebuah deskripsi bagaimana pemimpin mempengaruhi perubahan yang besar, dan sebuah ringkasan dari penelitian tentang efektifitas relatif dan peruntunan dari taktik mempengaruhi. Disini juga akan dipresentasikan teori mengenai ekspektasi anggota grup terhadap seorang pemimpin dalam rangka untuk dipengaruhi olehnya.

 

Model Kekuatan dan Pengaruh ( A Model of Power and Influence)

Image

 

Model diatas mengilustrasikan bahwa hasil akhir dari pengaruh pemimpin (outcomes) adalah suatu komitmen yang utuh, kepatuhan, atau bahkan resistensi dari orang yang kita pengaruhi. Taktik mempengaruhi akan dimoderatori atau dipengaruhi oleh ciri atau karakter pemimpin, perilaku pemimpin dan situasi yang terjadi.

Komitmen adalah hasil terbaik, dimana orang yang menjadi target dari proses mempengaruhi ini akan secara antusias menjalankan apa yang diminta dengan usaha terbaik yang bisa dilakukan. Komitmen ini sangat penting untuk sesuatu yang kompleks, tetapi merupakan tugas yang berat karena membutuhkan konsentrasi dan usaha yang penuh dari orang yang menjalankannya.

Kepatuhan (Compliance) berarti pengaruh upaya mempengaruhi ini sebagian telah berhasil, target orang yang dipengaruhi memiliki sikap apatis (tidak terlalu gembira) tentang melaksanakan permintaan tersebut dan hanya membuat upaya sederhana. Orang yang mempengaruhi hanya merubah tindakan seseorang tapi tidak merubah sikap orang tersebut. Seorang sopir truk jarak jauh mungkin memenuhi tuntutan bahwa ia hanya akan tidur di jam-jam tertentu antara tempat tujuan yang ia tuju, tetapi ia tidak menjadi antusias dalam mengerjakan pekerjaannya. Kepatuhan lebih kepada tugas rutin yang dijalankan, seperti menggunakan topi pengaman pada daerah konstruksi. Artinya mereka hanya sekadar patuh tanpa ada pemahaman mendalam didalamnya mengapa mereka harus patuh.

Resisten (Resistence), adalah akibat dari taktik mempengaruhi yang dapat dikatakan gagal, orang yang dipengaruhi melawan untuk menjalankan apa yang diminta dan mencari jalan lain untuk tidak melakukan pekerjaan tersebut. Resisten termasuk membuat alasan mengapa suatu tugas tidak bisa dilaksanakan, menunda-nunda pekerjaan, atau secara terang-terangan menolak tugas yang diberikan.

Berpijak kebagian kiri dalam model diatas, ciri-ciri personal atau karakter pemimpin sangat berhubungan dengan hasil dari taktik mempengaruhi. Seorang pemimpin yang ekstrovert dan hangat  dimana ia juga memiliki karisma akan lebih mudah menggunakan taktik mempengaruhi dibandingkan dengan pemimpin yang introvert dan dingin. Sebagai contoh seseorang membuat suatu seruan yang menginspirasi. Seorang pemimpin sangat cerdas akan mampu mempengaruhi orang lain dengan mudah karena ia telah membangun reputasi sebagai ahli dari subyek tersebut. Apapun taktik memengaruhi pemimpin yang dipilih, tujuannya adalah untuk mendapatkan anggota kelompok pada nya atau sisinya.

Perilaku pemimpin juga berhubungan dengan hasil dari taktik mempengaruhi dalam berbagai jalan, biasanya karena taktik mempengaruhi adalah aksi atau perilaku. Sebagai contoh, seseorang yang memberikan contoh dalam pengerjaan sesuatu akan lebih mudah diikuti, seperti seorang sekretaris manajer yang giat dan ramah akan menjadi role model yang baik bagi mereka yang ingin menjadi sekretaris manajer juga. Artinya ketika seseorang dapat melihat apa yang dilakukan orang lain, maka akan lebih mudah untuk diikuti, dibandingkan jika kita hanya memberikan arahan instruksional saja.

Terakhir, situasi juga memberikan kontribusi dalam hasil taktik mempengaruhi. Struktur atau subkultur organisasi  adalah salah satu faktor kunci dari aspek situasi ini. Kita ambil contoh, dalam lingkungan yang berbasis teknologi tinggi, perintah atau arahan yang bersifat emosional akan tidak seefektif ketika kita menggunakan persuasi yang rasional dan menjadi subjek yang ahli dibidangnya, karena pekerja yang berbasis teknologi tinggi akan lebih menyukai sesuatu yang berdasarkan fakta dan bukan perasaan.