Hanya Cambuk Kecil

 Image

“Anugrah dan bencana adalah kehendakNya, kita mesti tabah menjalani, hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia diatas segalanya”  -Ebiet-

Awal tahun 2014 menjadi momen yang cukup meninggalkan bekas mendalam bagi Indonesia. Beruntun terjadi berbagai ujian yang dialami masyarakat, dimulai dari banjir di Jakarta, peristiwa Sinabung, dan hingga yang terbaru ialah meletusnya Gunung Kelud di daerah Jawa Timur . Hal ini mengingatkan kembali kita pada banyaknya bencana yang telah menimpa Indonesia, sebut saja Tsunami, gempa bumi, longsor, dan lain sebagainya. Pertanyaan yang muncul kemudian ialah mengapa di bumi pertiwi ini banyak sekali terjadi bencana.

Tepat sekali sepertinya lantunan bait yang tertulis dalam lagu ciptaan Ebiet..

“Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa, atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita..”

Tentu kita tidak bisa menyalahkan alam atau bahkan Tuhan dalam memandang bencana yang terjadi. Lantas hal yang harus kita renungkan ialah bagaimana sikap kita sebagai mahkluk yang telah diamanahkan sebagai pemimpin di Bumi ini. Sejatinya Tuhan tidak mungkin memberikan ujian tanpa ada penyebab yang jelas, mungkin kita harus merefleksikan kembali apa yang selama ini terjadi, penebangan liar dimana-mana, sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, korupsi yang merajalela, aksi kriminalitas yang mewarnai kehidupan, dan berbagai permasalahan lainnya masih menjadi bersahabat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Kesadaran adalah modal utama untuk membawa perubahan yang lebih baik, tanpa kesadaran dari seluruh elemen masyarakat terkait untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dengan cara-cara yang benar, maka mungkin hanya cambuk kecil pengingatan yang dapat membuat kita semua bisa sadar akan amanah menjaga bumi yang Allah titipkan ini.

Dan ketika setiap insan memiliki kesadaran yang sama, tujuan yang jelas, dan tindakan yang harmonis untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berusaha menciptakan bumi yang lebih baik demi generasi selanjutnya, maka mungkin alam akan kembali bersahabat dan memberikan senyuman kecilnya sembari mengucapkan “terima kasih”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s