Sudahkah Aku Menjadi Tuan Rumah yang Baik?

Image

Hari demi hari telah berlalu, waktu terasa mengalir begitu cepat dan semilir angin pagi seakan menegaskan bahwa hari telah berganti. Tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini aku sangat bersemangat menyambut hari esok, menyambut hari yang belum tentu aku akan berada disana sebagaimana inginku. Alasannya sederhana, karena aku akan kedatangan tamu yang sangat istimewa. Tamu yang hanya datang satu kali dalam setahun, tamu yang selalu dinanti oleh seluruh umat Muslim karena disana terdapat berbagai kemuliaan yang tidak akan ditemui diwaktu yang lain.

Lantas aku berpikir kembali, apakah aku telah menjadi tuan rumah yang baik? Tuan rumah yang mempersiapkan rumahnya dengan berbagai persiapan yang sebelumnya jarang dilakukan. Tuan rumah yang memberikan wewangian ketika rumahnya berbau tidak sedap, tuan rumah yang segera menyapu dan membersihkan rumahnya ketika rumahnya kotor, atau tuan rumah yang mengganti gorden rumahnya yang usang dengan yang baru, hanya dengan satu tujuan yaitu menyambut tamu istimewa tersebut dengan sebaik mungkin. Dengan penuh semangat aku mengajak teman-temanku untuk menyambutnya, menanyakan bagaimana persiapan mereka, bahkan hampir setiap hari kuhitung mundur kedatangan sang tamu istimewa bersama teman-temanku yang lain.

Tetapi…

Disegala rutinitas harianku, rasanya belum ada yang berubah, semangat ini layaknya hanya terucap tapi tidak tercermin dalam diriku, aku masih terlena dengan urusan duniaku, intensitasku dengan gadget yang kumiliki sepertinya masih lebih besar dibandingkan dengan waktuku berduaan bersama firman-Nya, akupun jarang mencurahkan isi hatiku di akhir malam kepada-Nya, aku sering tertinggal untuk ibadah berjamaah, dan masih banyak kepayahan lain dari diriku ini, padahal Sang Tamu sudah didepan pintu rumahku, tapi seakan aku hanya menghias halaman rumahku saja dan lupa untuk membersihkan bagian dalamnya.

Aku sangat berharap disisa waktuku ini sebelum Sang Tamu mengetuk pintu rumahku, aku dapat membersihkan segala hal yang masih kotor dan belum rapi didalam rumahku ini, dan biarkanlah nanti tamuku menjawab pertanyaan sederhana ini,

“Apakah aku sudah menjadi tuan rumah yang baik?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s